Mbappe Jadi Titisan Henry Di Perancis

rekomendasi taruhan terbaik kami

SportsBook  Ulasan MULAI HARI INI !
w88 image 1 - Mbappe Jadi Titisan Henry Di Perancis new 4.5 star - Mbappe Jadi Titisan Henry Di Perancis
Ulasan
FUN88 logo 300x99 - Mbappe Jadi Titisan Henry Di Perancis new 4.5 star - Mbappe Jadi Titisan Henry Di Perancis
Ulasan
188bet logo new 4.5 star - Mbappe Jadi Titisan Henry Di Perancis
Ulasan

Kyliann Mbappe menjadi harapan baru bagi timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Pemain berusia 19 tahun ini kerap dibanding-bandingkan dengan pemain legendaris Prancis, Thierry Henry, karena kecepatan dan kemampuannya mencetak gol-gol cantik demikian dilaporkan fun88.

Mbappe Jadi Titisan Henry Di Perancis Bakat Mbappe terasah di keluarga yang memang akrab dengan olahraga. Ia menjalani latihan sepak bola sejak umur lima tahu, di klub sepak bola lokal yang bermarkas di pinggiran Paris, AS Bondy. Ayahnya, Wilfried Mbappe, adalah pelatih honorer bagi tim muda di klub tersebut.

Saat mulai berlatih di AS Bondy, Mbappe sudah menunjukkan talentanya untuk bisa menjadi pesepak bola besar. Bukan hanya tentang talenta dan bakat, Riccardi berujar, kecerdasan Mbappe untuk menyerap pelajaran baru tentang sepak bola juga dinilainya sangat luar biasa. Menurut dia, Mbappe sangat mudah untuk dilatih.

Sudah Berlatih Sejak Kecil

Tak hanya ditempa secara fisik, di AS Bondy, kemampuan mental Mbappe untuk berlaga juga sudah ditempa sedari bocah. Saat ia berusia 11 tahun, kata Riccardo, Mbappe kerap dihadapkan dengan anak berusia 13 hingga 15 tahun. “Terkadang, anak 15 tahun itu lebih tinggi badannya dari Mbappe,” ujar Riccardo.

Bondy telah menjadi tempat bagi bakat-bakat sepak bola Prancis dibesarkan. Dari kota kecil itu, lahir pula beberapa nama pesepak bola besar, seperti N’golo Kante, Ryad Mahrez, Anthony Martial, hingga Paul Pogba.

Tak heran, banyak pencari talenta yang berburu pemain di Bondy. Dengan segala kemampuannya di masa muda, bukan jadi kejutan jika Mbappe telah mencicipi rumput klub-klub besar di Eropa sedari remaja.

Saat berusia 12 tahun, Mbappe pernah berlatih di klub Inggris, Chelsea. Pada 2012, saat usianya 14 tahun, ia juga pernah menghabiskan beberapa hari untuk berlatih di Real Madrid. Kala itu ia sempat berfoto dengan idolanya, Cristiano Ronaldo.

Manchester United pun sempat tertarik untuk merekrut Mbappe, namun pelatih United kala itu, Louis van Gaal, enggan mengontraknya. Keputusan itu sempat diprotes oleh asisten pelatih, Ryan Giggs.

Tawaran juga datang dari klub besar Prancis, Paris Saint-Germain. Namun kala itu keluarga Mbappe enggan mengizinkan anak mereka untuk bermain di klub yang bergelimang harta itu. Mereka takut, di sana Mbappe akan memiliki sedikit kesempatan untuk bermain.

Akhirnya pilihan klub pertama Mbappe jatuh kepada AS Monaco. Klub yang juga menjadi tempat bagi Thierry Henry untuk mengawali kariernya.

Di klub tersebut, karier Mbappe berkembang pesat. Dengan cepat ia mampu menembus skuad utama di dalam tim tersebut. Ia pun berhasil memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda di sepanjang sejarah AS Monaco saat usianya baru menginjak 17 tahun 62 hari. Ia juga berhasil mengangkat trofi Piala Eropa U-19 bersama timnas Prancis U-19. Dimana, di laga final, ia bisa mencetak dua gol kemenangan bagi skuad Les Blues.

Sejak saat itu, laju karier dan prestasi Mbappe kian berkembang cepat. Di musim lalu, ia bisa membawa AS Monaco menjuarai Liga Prancis (Ligue 1) dengan raihan 15 gol serta delapan assist. Ia juga berhasil mencetak lima gol di ajang Liga Champions bagi AS Monaco. Hingga pada Maret 2017, ia dipanggil untuk memperkuat timnas senior Prancis saat usianya baru menginjak 18 tahun.

Hingga pada bursa transfer musim panas lalu, Mbappe dipinjamkan AS Monaco ke Paris Saint-Germain, namun dengan janji bahwa PSG akan memboyongnya pada bursa transfer musim berikutmya. Angka perjanjian demi perpindahan itu terbilang fantastis, yaitu sebesar 180 juta euro.

Di PSG, Mbappe dibayar dengan total gaji 1,5 juta euro per bulan. Pemain dengan gaji tertinggi ketiga di Ligue 1 setelah Neymar dan Edison Cavani seperti dilansir dari L’Equipe. Meski begitu, Riccardo menilai, di PSG Mbappe seperti seorang tahanan.

Mbappe pun mengakui hal itu. Meski kariernya pesat, ia merasa bahwa masa mudanya telah terenggut. Keluarganya pun sempat menanyakan keputusan ia untuk memilih bergabung dengan PSG.

Mencintai Pekerjaan Sebagai Pemain Sepakbola

Tapi paling tidak, kata Mbappe, ia sekarang mencintai pekerjaannya. Ia senang kini bisa disandingkan dengan pemain-pemain hebat. Ia percaya bahwa ini adalah jalannya, karena kata dia, semuanya datang begitu saja, tanpa ia harus melakukan banyak pengorbanan.

Mbappe Jadi Titisan Henry Di PerancisSelama 2017, Mbappe berhasil mencetak 33 gol. Ia pun berhasil menduduki posisi ketujuh sebagai pesepak bola pria terbaik versi FIFA pada tahun kemarin.

Sedangkan, bersama timnas Prancis, Mbappe bjsa tampil apik kala berlaga di pertandingan persiapan Piala Dunia 2018 kontra Rusia pada Maret lalu. Ia berhasil mencetak dua gol, dan Prancis menang 3-1.

Di Piala Dunia 2018 yang bakal digelar di Rusia pada Juni mendatang, apakah prestasi Mbappe juga bisa berkembang dengan pesat? Patut kita tunggu.




Back to Top ↑